Kamis, 28 November 2019

Saffron, Herbal Ajaib dari Negeri Pintu Gerbang Ilmu




 Hasil gambar untuk saffron


Saffron, Herbal Ajaib dari Negeri Pintu Gerbang Ilmu
MarajA Daeng Nuntung

Dipikir-pikir, memang, cukup mengherankan. Bahkan bikin geli sendiri merenungkannya. Tempat mukim saya bersebelahan dengan sebuah pusat kesehatan, tapi tak sekali pun saya berkunjung ke sana untuk berobat atau berkonsultasi. Padahal sudah sekitar seperlima abad saya tinggal berumah di tempat itu. Kalau mau, tentu, akan lebih mudah, karena beberapa dokter dan perawatnya cukup saya kenal lantaran sering berinteraksi. Padahal beberapa tahun terakhir, saya mengalami gangguan pencernaan, susah buang air besar bahkan sampai  mengakibatkan  ambeien atau wazir akut, berdasarkan penelusuran saya di beberapa situs kesehatan ternama.

Kebiasaan bandel ini akibat ketidakpercayaan pada pengobatan medis kontemporer yang jauh dari konsep yang  holistik. Apalagi dengar-dengar dan lihat-lihat seringkali hanya obat sapu jagat saja yang diberikan kepada semua pasien, boleh saja saya keliru, berupa obat pereda panas dan penurun rasa nyeri.  “Itu-itu saja obatnya”, kata beberapa pasien. Sebentar-sebentar atau sedikit-sedikit yang ditawarkan adalah obat-obatan kimia, sekalipun itu hanya sakit ringan semisal flu, sakit kepala, panas dingin atau semacamnya, yang sebenarnya bisa diatasi oleh immun otomatis kita ditambah dengan istirahat yang cukup dan makan makanan pendukung. Konsekuensi penggunaan obat kimia semacam itu, memang, memberi efek kesembuhan yang instan tapi dalam jangka panjang justru akan melemahkan immun kita sendiri, bahkan membunuhnya. Akibat berikutnya, adalah ketergantungan pada obat yang juga dapat melahirkan efek samping yang tak diinginkan. Apakah itu semua tidak terlepas dari  lingkaran bisnis kesehatan atau mungkin mafia kesehatan. Entahlah.

Dalam kasus penyakit saya, segala macam pengobatan alternatif telah saya upayakan. Mulai dari diet makanan dengan menghindari makan nasi yang diganti dengan hanya mengkonsumsi umbi-umbian dan sayuran serta makanan lainnya yang kaya serat. Selain itu, saya  juga rutin minum madu, habbatussaudah serta rajin minum air hangat terutama di pagi hari dan menjelang tidur. Alhasil, memang ada perubahan, tapi penyembuhan ala herbal dan diet semacam ini sungguh-sungguh butuh kedisiplinan dan kesabaran lebih. Apalagi ketika menghadiri acara kenduri dan semacamnya dengan sajian makanan yang menggiurkan. Setelah kurang lebih setengah semester berdiet dengan penuh disiplin, akhirnya benteng pertahanan kesabaran saya jebol juga. Itu terjadi  lantaran tergoda dengan maknyusnya Coto Makassar dan  beberapa ketupat berisi nasi padat sebagai pasangannya. Diet ketat lainnya juga ikut dilanggar, dan konsekuensinya, bisa ditebak, penyakit pencernaan dan wasir saya kambuh lagi.  Tentu saja, semua itu membuat aktivitas saya sangat terganggu.

Di tengah kegalauan kritis antara tetap berobat herbal atau menyerah dengan cara menerima pengobatan kimia dari dokter, akhirnya saya mendapat tawaran untuk mencoba minuman herbal dari negeri para Mullah, saffron namanya.  Seingat saya, saat itu, ada seorang thalabeh, sebutan bagi pelajar atau mahasiswa di sana, pulang kampung ke Indonesia yang membawa berbagai barang unik untuk ditawarkan di Indonesia, terkhususnya di daerah Makassar dan sekitarnya.  Jadilah saya satu diantara beberapa teman yang mengkonsumsi herbal impor tersebut. Terus terang,  saya datar-datar saja tanpa banyak harap ketika menerima tawaran minuman kesehatan tersebut. Begini-begini, saya selalu mengutamakan dan menomorsatukan herbal tempatan made in Indonesia yang kaya raya dengan tetumbuhan herbalnya, apalagi harganya terkesan mahal untuk kantong saya. Tapi, “Sudahlah, kita coba saja, semoga ada berkahnya,” kataku kepada istriku sebagai jurutawar dan jurubayar.

Satu, dua, tiga hari belum nampak pengaruhnya. Namun saya tetap meminumnya tanpa lupa mewarnainya dengan rapalan doa dan shalawat. Saya tetap bersemangat merutinkan ramuan tersebut karena istri saya pun ikut menggunakannya, apalagi ramuan ini biasanya rutin tersedia di pagi dan sore hari sehingga tidak ada alasan untuk mengabaikannya.

Ketika masuk pekan pertama, mulailah ada perubahan berarti. Perasaan lemas dan dingin berangsur-angsur mulai lenyap, buang air besar  jadi lancar  dan tak perlu berlama-lama di kamar mandi. Masuk pekan kedua, ketiga dan seterusnya, Alhamdulillah badan jadi enteng kembali seperti sebelum saya mengalami penyakit pencernaan dan wasir. Istriku pun ikut merasakan manfaatnya. Serangan kacima’—perasaan dingin menggigil dalam bahasa Makassar—yang kerab menyerangnya secara tiba-tiba tidak pernah lagi dialaminya.   Tidak rugi kiranya tempo hari membelinya, bahkan pada satu kesempatan lain sekali lagi memborongnya untuk persediaan. Hingga saat ini, saffron sudah menjadi minuman herbal yang senantiasi disajikan, meskipun dengan kadar dan intensitas yang lebih rendah.

Menariknya lagi, safaron ini sangat mirip dengan kasumba Turate atau Kasumba Bugis. Bedanya kasumba Turate lebih mudah budidayanya sehingga harganya pun sangat murah dan lebih dikenal sebagai obat sakit serampa saja. Awalnya saya menduga kuat kalau kasumba turate bisa mengganti saffron sebagai alternatif. Namun setelah menilik sejarah panjang saffron, yang ternyata sudah digunakan sekitar abad ke-7 sebelum masehi dan telah banyak diakui hingga harganya sangat mahal. Bahkan saffron disebut-sebut sebagai emas hitam dan dinobatkan sebagai rempah termahal di dunia, saya pun sedikit keder, ternyata putik dari bunga Crocus sativus ini memang berbeda dengan kasumba Turate. Iseng-iseng, lewat percakapan WA, saya mengajak seorang thalabeh asal Sulawesi di Asia Barat sana  untuk mencoba membudidayakannya di sini. Namun, menurut penjelasannya,  kendala iklim bisa menjadi penghambat.  Adapun kalau hendak betul-betul mencoba, barangkali iklim seperti di kabupaten Jeneponto lah yang lebih memungkinkan. Kalau berhasil, khan bisa menjadi pundi-pundi pemasukan baru.  

Minggu, 03 November 2019

meningkatkan kecerdasan ota

Berbagai cara untuk meningkatkan kecerdasan otak, meliputi:
> Sarapan makanan yang bergizi
Tubuh kita ibaratnya sama seperti mobil. Mobil tidak akan bisa jalan bila tidak ada bahan bakar. Maka dari itu, kita perlu sarapan makanan yang bergizi untuk bahan bakar kita dalam menjalankan semua aktivitas sehari-hari. Makan sarapan yang bergizi akan membuat tubuh kita semakin sehat, mampu meningkatkan kecerdasan otak serta mamperbaiki kondisi mental.
> Kurangi gula
Gula mampu membuat anda menjadi cepat lelah serta membuat anda merasa malas. Berbagai makanan maupun minuman yang kaya akan gula akan membuat anda sulit untuk berpikir dengan baik. Konsumsi makanan maupun minuman yang kaya akan gula akan membuah kandungan insulin dalam darah menjadi lebih banyak untuk memproses gula yang masuk. Semakin banyak insulin yang terkandung dalam darah dan tubuh membuat kita menjadi malas serta cepat lelah.
> Konsumsi makanan yang baik untuk otak
Ada begitu banyak makanan yang baik untuk otak, seperti sayur-sayuran yang berwarna hijau tua, minyak ikan maupun kacang-kacangan. Masukkan berbagai jenis makanan tersebut kedalam diet anda sehari-hari untuk meningkatkan kecerdasan otak anda.
> Cukupi kebutuhan cairan tubuh
Semua organ dalam tubuh kita sangat membutuhkan cairan, begitu juga dengan organ otak. Sel-sel otak memerlukan keseimbangan yang baik antara cairan dengan elemen-elemen lain untuk dapat bekerja secara lebih efisien. Maka dari itu, sebaiknya cukupilah kebutuhan cairan tubuh anda sehari-hari untuk meningkatkan kecerdasan serta konsentrasi anda.
> Mendengarkan music
Mendengarkan music kesukaan anda, mampu meningkatkan kecerdasan serta daya ingat dari otak anda. Music klasik sering digunakan sebagai terapi untuk mencerdaskan anak maupun janin. Padahal masih banyak jenis music lainnya yang dapat kita dengarkan untuk meningkatkan kerja otak kita.
> Otak yang selalu aktif
Otak kita sebaiknya selalu aktif, kecuali ketika anda sedang tidur maupun dengan berisitirahat. Otak yang selalu aktif dan selalu digunakan untuk berpikir maupun mengingat akan membuat kita semakin cerdas.
> Rajin berolahraga
Bila kita rajin berolahraga, maka aliran darah dalam tubuh kita semakin lancar. Aliran darah yang lancar tentunya akan melancarkan oksigen yang diperlukan oleh semua organ tubuh kita, termasuk otak. Otak yang selalu dalam kondisi cukup oksigen akan selalu dalam kondisi sehat. Dengan begitu, maka akan tercipta sel-sel otak yang baru yang nantinya akan meningkatkan kecerdasan kita.
> Kurangi menonton acara televisi yang tidak mendidik
Seperti yang kita ketahui sebelumnya, terlalu banyak menonton acara televisi yang tidak mendidik, akan menurunkan kecerdasan otak. Terlebih lagi bila kita tonton secara berlebihan. Kurangi menonton acara televisi yang tidak mendidik dan gantilah dengan acara televisi yang lebih mendidik, seperti ilmu pengetahuan maupun film documenter.
> Banyak membaca
Kecerdasan dimulai dengan membaca. Semakin banyak bahan bacaan yang kita baca, maka akan semakin banyak informasi yang masuk kedalam otak kita. Dengan begitu otak kita akan menjadi semakin cerdas.
> Menulis
Menulis merupakan suatu aktivitas yang baik untuk membuat kita selalu berpikir. Anda bisa menulis semua yang anda rasakan atau anda lakukan dalam sebuah secarik kertas. Dengan begini anda akan mengingat kembali apa saja yang sudah anda lakukan. Pelan tapi pasti, cara seperti ini akan membuat otak anda lebih terasah dan menjadi lebih cerdas.
> Mencoba berbagai hal baru
Pada kenyataannya, otak kita sangat menyukai hal-hal yang baru. Cobalah berbagai hal yang baru, seperti mencoba makanan yang baru yang belum pernah anda makan, melewati rute perjalanan yang baru saat hendak ke kantor dan lain sebagainya. Dengan bertambahnya hal-hal baru serta pengalaman baru, maka sel-sel otak kita akan semakin cepat bekerja dan membuat kita semakin cerdas.
> Tidur yang cukup
Tidur adalah cara untuk mengistirahatkan otak. Dengan tidur, maka semua sel dan jaringan dalam tubuh kita akan melakukan regenerasi serta membuang segala racun yang menumpuk dalam tubuh kita. (copas)

Cadar bertutur

Hasil gambar untuk cadar cantik




Katanya membeber
Dengan penuh sadar
Namun sedikit berbinar
Aku dicibir
Aku dicecar
Aku disindir
Aku dianggap sangar
Dikira barbar
Hak-hakku dilanggar
Disudutkan di mimbar-mimbar
Didorong ke pinggir-pinggir
Tak boleh berdiam di kantor-kantor


Kata mereka aku sudah terpapar
Selaku penebar terror
Dan manipulator
Cadar dianggapnya sudah hingar bingar
Bisa bikin geger
Menembus batas pagar-pagar
Membahayakan tagar-tagar
Hendak bikin makar

Kendati cadar bukanlah urusan mendasar
bukan juga soalan mengakar
Ini hanya perkara standar


Cadarku hanya kehatia-hatian dalam kadar dan ikhtiar
Cadarku ingin menangkis pandangan mencakar
Intipan yang membakar
Cadarku hanya penawar
Agar fitnah tak menebar
Gossip tidak tersebar
Cadarku bukanlah kelakar

Lucunya mereka acuh pada wanita ala bar
Abai pada perempuan semi suka pamer
Tiada protes pada gadis  dengan tonjolan dua telur dadar
Malah doyan dengan bibir menor-menor
Melotot pada gemulai bokong yang berpendar-pendar
Membayangkan kulit mulus transparan lagi  samar
Memburu penuh nafsu pada lekukan tubuh ala gitar

Semoga keadilan tak makin pudar
Hukum tak makin error

Namun  aku tetap sabar
Senantiasa tegar
Tak akan gentar
Apalagi sampai gemetar
Hidup memang penuh getir

Cadar tak bermakna terbelenggu dalam sangkar
Bukankah cadar ada dari Srinagar hingga Makassar
Dari Qatar hingga Myammar 
Dimana-mana ia telah hadir
Bahkan membuat bhineka tunggal ika kian mekar
Keragaman makin tergambar

Biarlah aku tetap di kamar
Inilah tempat utamaku berdoa, bertakbir hingga istigfar
Dari sini pun banyak yang bisa diukir
Mendidik anak dengan penuh ajar
Mengurai feminisme hingga kesetaraan gender
membahas masa lalu hingga soal kontemporer
Mendaras Rumi hingga Mustafa bisri dalam syair
Menafsir Asiyah hingga Fatimah Azzahra dalam tabir

Sembari menanti malaikat maut dan bersua  mungkar wa nakir
Bahkan hingga yaumul akhir

Ramadang

Namanya Ramadang. Begitu yang tertulis di akta kelahiran dan ijazahnya. Biasa dipanggil Andang saja, baik oleh orang tuanya ...